Indramayu – Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah IAI AL-AZIS Indramayu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Sejarah dan Perkembangan Tasawuf dalam Pembinaan Spiritual di Yayasan Bonavida Singgeura Milir, Kampung Cipendang Bunder.” Kegiatan ini digelar di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, pada akhir Juni 2025, dan diikuti oleh para remaja usia sekolah di lingkungan sekitar yayasan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang nilai-nilai tasawuf dan bagaimana sejarah serta ajaran-ajarannya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pembinaan spiritual yang mendalam. Mahasiswa Manajemen Dakwah bertindak sebagai fasilitator dan pemateri, dengan pendekatan komunikasi yang disesuaikan dengan latar sosial dan usia peserta.
Kegiatan dibuka oleh pihak pengelola Yayasan Bonavida yang menyambut baik inisiatif mahasiswa sebagai bagian dari pembinaan nilai moral dan spiritual di kalangan remaja. Materi yang disampaikan berfokus pada perkembangan tasawuf dari masa ke masa, konsep dasar kesufian, serta aplikasinya dalam kehidupan modern yang multikultural.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Sesi diskusi dan tanya jawab memungkinkan peserta untuk menggali lebih dalam topik-topik seperti keikhlasan, kesederhanaan, pengendalian diri, serta hubungan antara manusia dan Tuhannya dalam perspektif tasawuf. Mahasiswa juga mengajak peserta untuk berbagi pengalaman spiritual mereka sebagai bagian dari refleksi bersama.
Evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip tasawuf dan keterkaitannya dengan budaya lokal. Pendekatan yang digunakan dalam pembinaan ini tidak hanya memperkuat sisi religius individu, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya sikap toleran dan damai dalam kehidupan sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Manajemen Dakwah berhasil merumuskan model pembinaan spiritual berbasis tasawuf yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal. Model ini diharapkan dapat diterapkan di komunitas lain yang memiliki karakteristik sosial serupa, sebagai langkah untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga harmoni dalam masyarakat.
PKM ini menegaskan bahwa tasawuf bukan hanya bagian dari sejarah pemikiran Islam, tetapi juga menjadi pendekatan yang hidup dan relevan dalam menjawab kebutuhan pembinaan spiritual masa kini. Mahasiswa Manajemen Dakwah menunjukkan bahwa dakwah yang membumi dan menyentuh sisi batiniah masyarakat mampu menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih damai dan berakhlak.


0 Comments