PkM Mahasiswa "Sosialisasi Pengenalan dan Strategi Usaha Periklanan"


Indramayu
– Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kembali dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAI Al-Azis melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Mengusung tema “Sosialisasi Pengenalan dan Strategi Usaha Periklanan”, kegiatan ini diselenggarakan pada 19 Juni 2025 di Masjid Darussalam, Blok Tanjung Jaya, Desa Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga sebagai peserta utama. Mereka dipilih karena dianggap memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi keluarga namun masih minim akses terhadap informasi strategis terkait usaha dan periklanan. Sosialisasi yang berlangsung selama dua jam ini disampaikan dalam bentuk seminar interaktif. Materi yang disajikan meliputi dasar-dasar strategi promosi produk, penggunaan aplikasi desain sederhana, hingga teknik membuat konten periklanan yang menarik dan mudah dipahami oleh calon pelanggan.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya para ibu rumah tangga dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Mereka juga tampak tertarik ketika diperkenalkan pada berbagai aplikasi yang bisa digunakan secara gratis untuk membuat materi promosi, seperti poster, katalog, hingga konten media sosial.



Pemilihan lokasi di Desa Gantar bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai daerah yang potensial namun belum maksimal dalam pemanfaatan media digital untuk pengembangan usaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI berharap dapat mendorong masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Kegiatan ditutup dengan sesi praktik sederhana membuat iklan produk menggunakan ponsel. Para peserta dibimbing langsung oleh mahasiswa untuk mencoba membuat materi promosi dengan menggunakan foto produk mereka sendiri. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan warga, khususnya ibu rumah tangga, dalam bidang usaha dan periklanan semakin meningkat. Ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat menjadi solusi membangun kemandirian ekonomi berbasis lokal.

Post a Comment

0 Comments