PkM Mahasiswa "Sosialisai Tentang Pemahaman Akhlak, Moral Dan Etika Kepada Siswa/siswi Anak Binaan dan Tenaga Pendidik"


Bogor- 
Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang digelar pada 3 Mei 2025 di Yayasan Taman Syari’ah Cileungsi. Sejak pagi, sekitar 50 peserta yang terdiri dari siswa-siswi, anak binaan, dan tenaga pendidik telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan bertema “Sosialisasi Tentang Pemahaman Akhlak, Moral, dan Etika.”

Kegiatan ini dirancang secara berlapis. Tahap awal dimulai dengan evaluasi awal untuk memotret tingkat pemahaman peserta. Hasilnya menjadi bahan penyusunan metode penyampaian yang interaktif. Setelah itu, peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk membahas berbagai dilema moral dan etika yang sering dihadapi di sekolah maupun lingkungan sosial. Diskusi berjalan dinamis, menghasilkan ide-ide kreatif yang mencerminkan pemahaman baru tentang penerapan akhlak Islami.

Tidak hanya berhenti pada diskusi, para peserta kemudian menyusun personal action plan—daftar langkah nyata yang akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari menjaga kebersihan hingga menghormati guru, setiap rencana disusun sesuai konteks masing-masing. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengubah teori menjadi komitmen yang hidup.

Seminar interaktif menjadi penguat dari seluruh proses, menghadirkan pemaparan konsep akhlak, moral, dan etika secara sistematis namun mudah dipahami. Melalui pendekatan yang komunikatif, materi disesuaikan dengan realitas keseharian peserta, sehingga nilai-nilai yang disampaikan terasa dekat dan relevan.


Yayasan yang beralamat di Jl. Raya Cileungsi-Setu No. 128 ini dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai pusat pendidikan Islam yang juga membina anak-anak yatim, lingkungan ini dinilai strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter Islami sejak dini. Evaluasi akhir menunjukkan hasil menggembirakan: 85% peserta mencatat peningkatan pemahaman hingga 30% atau lebih dibandingkan sebelum kegiatan. Angka tersebut mengukuhkan bahwa pendekatan berbasis interaksi, diskusi, dan praktik langsung mampu memberi dampak positif yang nyata.

Kegiatan PkM ini tidak hanya meninggalkan pengetahuan, tetapi juga meninggalkan jejak semangat untuk terus menghidupkan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi para siswa maupun para pendidik yang menjadi bagian dari yayasan.

Post a Comment

0 Comments