Isu kepemimpinan perempuan terus menjadi topik yang hangat diperbincangkan, bahkan tak jarang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Masih terdapat pandangan konservatif yang menempatkan perempuan sebatas di ruang domestik, tunduk sepenuhnya pada otoritas laki-laki, dan tidak layak tampil sebagai pemimpin, terutama dalam ruang publik seperti politik atau pemerintahan. Menanggapi hal tersebut, penting untuk mengkaji kembali pandangan-pandangan keislaman melalui pendekatan yang adil, rasional, dan kontekstual.
Menjawab tantangan ini, Perpustakaan IAI Al-Azis bersama HIMMAPRO HTN IAI Al-Azis mengadakan kegiatan bedah buku bertajuk “Kepemimpinan Perempuan: Analisis Kepala Negara Perempuan Menurut Teori Ri'ayah al Maslahah Najmuddin al-Tufi”. Buku yang ditulis oleh Munawir Sajali, S.H.I., M.A. ini membahas secara ilmiah kemungkinan dan batasan kepemimpinan perempuan dalam Islam berdasarkan teori maslahat yang digagas oleh ulama klasik Najmuddin al-Tufi. Acara ini diselenggarakan secara daring pada hari Selasa, 27 Juni 2023 pukul 19.00 WIB, dengan Munawir Sajali sebagai keynote speaker, dipandu oleh Shakira Nurul Sakinah sebagai moderator, dan Rabbani Nabilah sebagai pembawa acara.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi bentuk respons akademik terhadap pembacaan teks-teks keagamaan yang seringkali bias gender. Dengan memadukan pendekatan klasik dan kebutuhan zaman modern, forum ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta masyarakat umum mengenai peran strategis perempuan dalam kepemimpinan, khususnya dalam konteks Islam yang mengedepankan kemaslahatan dan keadilan. Sebagai generasi muda dan calon pemimpin masa depan, penting bagi kita untuk membangun kesadaran kritis dan inklusif dalam memahami ajaran agama.

0 Comments